Matematika ITERA Bahas Pentingnya Matematika dalam Dinamika Iklim dan Lingkungan

Matematika ITERA Bahas Pentingnya Matematika dalam Dinamika Iklim dan Lingkungan

Berita – Program Studi Matematika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan Studium Generale Seri 1 dengan topik Dinamika Iklim dan Lingkungan dalam Matematika pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 secara daring melalui platform Zoom dan live Youtube. Kegiatan ini menghadirkan pembicara yang merupakan seorang peneliti Bidang Klimatologi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Robi Muharsyah, S.Si., M.Si.

Kegiatan ini dipandu oleh Dosen Matematika ITERA, Lutfi Mardianto, S.Pd., M.Si. dan diikuti lebih dari 300 peserta. Ketua Jurusan Sains ITERA, Prof. Dr. Leo Hari Wiryanto, M.S. dalam sambutannya menyampaikan bahwa banyak pemodelan yang bisa dipelajari oleh matematikawan terkait topik dinamika iklim dan lingkungan ini sehingga peserta diharapkan bisa menghadapi dampak perubahan iklim yang terjadi.

Hal tersebut didukung oleh Robi Muharsyah, S.Si., M.Si. sebagai pemateri dalam webinar kali ini. 

“Matematika dan atau Statistika punya peranan besar dalam bidang cuaca – iklim, mulai dari pemodelan hingga post-processing data-data model,” kata Robi.

Lebih lanjut Robi memberikan beberapa contoh materi dasar Matematika yang sering dipakai dalam pemodelan cuaca-iklim yaitu Kalkulus, Persamaan Diferensial Biasa/Parsial, Metode Numerik serta Aljabar Linier. 

Dalam pemaparannya, Robi memberikan materi yang diawali dengan perkenalan BMKG. Pada mulanya BMKG sebelumnya bernama BMG (bagian cuaca dan gempa saja) namun pada tahun 2008 berubah menjadi BMKG (cuaca, iklim dan kualitas udara, gempa). Kemudian Robi menjelaskan mengenai iklim dan cuaca serta menyampaikan beberapa istilah-istilah mengenai iklim dan cuaca.

“Perbedaan mendasar antara iklim dan cuaca terkait waktunya dan ruangnya,” ujar Robi.

Robi juga menjelaskan materi mengenai ragam informasi iklim. Informasi iklim dan cuaca dibuat berawal dari pengamatan setelah itu dilakukan asimilasi data, kemudian dimasukkan ke dalam model iklim lalu diprediksi dan menjadi climate information (dalam bentuk gambar). Robi juga menjelaskan mengenai climate modeling yaitu sekumpulan hukum Fisika yang dinyatakan dalam persamaan Matematika. Tak hanya itu Robi juga menjelaskan penerapan besar Matematika – Statistika dalam klimatologi yaitu berada di Data Processing.

Kepada para peserta, Robi memberikan poin terakhir catatan bahwa bagi yang berminat untuk mendalami bidang cuaca dan iklim, para Matematikawan dan Statistikawan mutlak harus mampu menguasai bahasa pemrograman seperti MATLAB, Phyton dan R. Pemaparan materi dilanjutkan dengan sesi diskusi. Robi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan seputar materi ini. 

Kegiatan ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator bahwa dalam perubahan iklim  maupun lingkungan akan ada dampak yang tidak diinginkan seperti bencana. Untuk mengantisipasinya dilakukan prediksi dan saat ini Matematika berperan besar dalam hal tersebut khususnya pemanfaatan data-data dan modelling. (rilis-MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *